"Dan milik Allah timur dan barat,kemana pun kamu menghadap disanalah wajah Allah,sungguh Allah Maha Luas,Maha Mengetahui"(QS.al-baqarah:115)

Selasa, 13 Desember 2011

subhanAllah:janji Allah untuk orang yang menikah

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul

perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.


Sabtu, 10 Desember 2011

Inilah Nasi Goreng Termahal Di Dunia

Pertama, porsinya sangat besar. Tergantung siapa yang makan, tetapi satu porsi nasi goreng ini cukup untuk disantap antara 4-6 orang. Kedua, isinya memang sangat mewah. Di antara nasi goreng yang gurih dan lezat itu, tersembunyi potongan udang segar dan besar dalam porsi yang generous. Di atas nasi goreng itu, hampir seluruh porsinya tertutup oleh daging kepiting. Sekarang menjadi jelas mengapa nasi goreng ini dibandrol dengan harga sangat mahal.

Kenapa disebut nasi goreng Widodo? Kenapa bukan nasi goreng Kapin? Ceritanya panjang. Suatu hari,

Minggu, 04 Desember 2011

5 MERK NOTEBOOK TERBAIK DI DUNIA

1. Apple:

Salah satu merek yang paling dipercaya mungkin Apel. Laptop yang diproduksi oleh Apple dikenal sebagai Mac Book dilengkapi dengan fitur inovatif dan dapat dengan mudah dibedakan dari merek lain. Bahkan Apple telah menjadi sumber inspirasi bagi merek lain. Laptop Apple yang ramping dan elegan ini mudah dibawa karena ringan, Kinerjanya berkecepatan tinggi. Saat ini, tiga varian dari seri tersedia Macbook Pro

Kamis, 24 November 2011

Instalasi Driver Printer Canon Pixma 1980 pada Linux BlankOn 7 “Pattimura” & Ubuntu 11.04 64 bit


Salah satu printer yang saya miliki dan saya gunakan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari adalah printer Canon Pixma 1980. Pada mesin-mesin Linux 32 bit, printer ini dapat diinstall dengan mudah menggunakan driver yang didownload dari website

Kamis, 10 November 2011

KISAH ISLAMNYA SEORANG KAFIR

Muhammad Sulaiman Takeuchi
Ethnolog Jepang
Alhamdulillah saya telah menjadi seorang Muslim. Islam telah menarik perhatian saya karena tiga hal:
Persaudaraan dalam Islam dan isinya merupakan kekuatan pertahanan.
Penyelesaian praktis tentang beberapa masalah kehidupan manusia. Dalam Islam tidak ada pemisahan antara ibadat dan kehidupan manusia dalam masyarakat. Bahkan orang-orang Islam melakukan sembahyang secara

KISAH 2 TUKANG SOL

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.

Rabu, 09 November 2011

MENGAPA KOMPUTER MENGELUARKAN BUNYI BEEP PANJANG BERULANG ULANG SAAT PERTAMA KALI BOOTING?





Bunyi beep pada motherboard sebenarnya memiliki arti tersendiri. Suara ini dikeluarkan oleh BIOS, dan bertujuan menyatakan keadaan yang saat itu terjadi.

Suara beep panjang dan berlangsung secara terus-menerus menandakan adanya masalah pada memory atau RAM. Hal ini terjadi karena memory tidak dapat diakses untuk penempatan alamat dari lokasi yang dipilih ke jalur alamat. Ada banyak kemungkinan yang menyebabkan memory tidak dapat diakses, yaitu:

Kemungkinan pertama, pemasangan memory yang kurang benar. Sehingga yang perlu dilakukan adalah mengecek kembali pemasangan memory pada slotnya.

Kemungkinan kedua, memory yang digunakan tidak compatible dengan motherboardnya. Untuk hal ini, silahkan baca kembali buku manual motherboard yang digunakan. Setiap motherboard memiliki pasangan memory sendiri-sendiri. Tidak semua memory bisa digunakan pada setiap motherboardnya.

Kemungkinan ketiga, memory mengalami kerusakan. Coba ganti memory tersebut dengan yang lain, namun tetap memperhatikan kompatibilitas motherboard dengan memory yang digunakan.

Sumber: Tanya Jawab Permasalahan Komputer (Andi Pulblisher)

Kamis, 03 November 2011

Satu Gereja Memeluk Islam


Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.
Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja.

Mula mula dia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata,

“Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.”

Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata,

“Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.”

Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi,

“Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?”

Paderi itu menjawab,

“Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”

Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut. Paderi berkata,

“Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.”

Si pemuda tersenyum dan berkata,

“Silakan!”

Sang paderi pun mulai bertanya,

“Sebutkan satu yang tiada duanya,
dua yang tiada tiganya,
tiga yang tiada empatnya,
empat yang tiada limanya,
lima yang tiada enamnya,
enam yang tiada tujuhnya,
tujuh yang tiada lapannya,
lapan yang tiada sembilannya,
sembilan yang tiada sepuluhnya,
sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
sebelas yang tiada dua belasnya,
dua belas yang tiada tiga belasnya,
tiga belas yang tiada empat belasnya.”

“Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai roh!

Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga?

Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?

Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!”

“Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang di azab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?

Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?”

“Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca Basmalah dia berkata,

-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..
-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).”(Al-Isra’: 12).
-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
-Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.
-Tujuh yang tiada lapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
-Lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah s.w.t. berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.
-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai roh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. ber-firman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At-Takwir: 18).

Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam syurga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaan terhadap kamu semua.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yusuf:98)

Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).

Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).

Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t.? “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata,

“Apakah kunci syurga itu?”

Mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak. Mereka berkata,

“Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!”

Paderi tersebut berkata,

“Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.”

Mereka menjawab,

“Kami akan jamin keselamatan anda.”

Paderi pun berkata,

“Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.”

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.

Rabu, 02 November 2011

cara memunculkan file yang di hidden oleh virus

Sering saya jumpai beberapa masalah di dalam kehidupan IT ini, diantaranya adalah komputer kena virus dan file-file menjadi rusak. Diantara virus-virus yang saya jumpai, akhir-akhir ini di kalangan temen-temen saya, saya menemukan kasus yang sering terjadi karena virus. Biasanya temen-temen saya menggunakan anti virus dan kemudian mengakibatkan virus tersebut hilang dan Folder dan file ga keliatan lagi, karena pada dasarnya yang sebelumnya kelihatan itu adalah clone dari virus tersebut, jadi folder n file yang kita miliki itu di clone oleh virus dan menyembunyikan file dan folder aslinya, mungkin anggapan anda file dan folder tersebut ke apsu bersamaan dengan scan virus yang anda lakukan sebelumnya, tapi sebenarnya file dan folder tersebut tidaklah hilang, hanya di hidder dan hidden tersebut di read only sehingga susah untuk di unhiddennya, oleh karena itu ada trik tertentu untuk memunculkan kembali file dan folder tersebut yaitu dengan cara:
Anda masuk ke dalam command line dengan cara klik Start -> Run -> kemudian ketikan cmd dan kemudian setelah masuk ke dalam command line biasanya directory defaultnya berada di C:/ tapi jika yang tadi mantan kena virus berada di drive G:/ maka anda tinggal ketikan G: kemudian secara otomatis dia akan masuk ke dalam drive G:/ setelah masuk coba anda ketikan dir /a untuk memunculkan keseluruhan file termasuk file-file yang di hidden, setelah itu kan bisa keliatan tuh kalau file n folder yang kita miliki masih ada di tempatnya, maka hal berikutnya yang anda lakukan adalah mengetikan attrib -r -h -s *.* /s /d untuk memunculkan hidden file yang read only untuk folder dan file secara keseluruhan di drive tersebut.
Maka anda tinggal cek di exlorer di drive G: file yang anda miliki sudah kembali dengan selmat. Jadi anda tidak perlu kehilangan file n folder yang berharga tersebut :D . ada juga beberapa yang memang defaultnya di hidden akan ikut muncul karena kan pada saat tadi kita menjalankan tembakan attrib itu untuk keseluruhan di jadikan unhidden jadi untuk file yang memang kodratnya di hidden silahkan hidden kembali. Dan Hati-hati terhadap virus. Hanya segitu dah yang bisa ane sampaikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat :D

Sabtu, 16 Juli 2011

Aku Takkan Lupakan Ilmu...
Oleh : Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
Tanggal Publikasi : 08 Nopember 2009
Merupakan nikmat dan anugerah yang besar bagi seorang muslim dapat berjalan di atas kebenaran, mencari ridha Allah dan menggapai surgaNya kelak. Dalam perjalanan seorang muslim, tak jarang dirinya lupa sehingga perlu diingatkan, kadang juga ia lalai sehingga membutuhkan teguran, belum lagi apabila ia keliru sehingga ia mencari pelita yang dapat meluruskan langkah dan arahnya. Berikut ini penulis mengajak dirinya dan ikhwah sekalian untuk merenungi lagi ayat-ayat Allah, hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan bimbingan pemahaman Salafus Shalih. Menyegarkan kembali ingatan kita bersama tentang kemuliaan ibadah melalui thalabul ilmi, agar semangat tak menjadi surut, terlebih di hadapan berbagai ujian dan cobaan kehidupan duniawi. Semoga dapat bermanfaat khususnya bagi diri penulis dan bagi seluruh pembaca, amin….
 
Saudaraku…, Islam menjelaskan kedudukan yang tinggi nan mulia tentang keutamaan ilmu, banyak ayat dan hadits serta perkataan dan kisah teladan para ulama salaf yang menunjukkan hal ini, diantaranya adalah :
 
* Menggapai kemuliaan dengan ilmu syar`i
~ Allah berfirman : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”[1]
~ Ath-Thabari berkata, "Allah mengangkat derajat orang beriman yang berilmu di hadapan orang beriman yang tidak berilmu karena keutamaan ilmu mereka (jika mereka mengamalkan ilmu tersebut. pent).[2]
~ Asy-Syaukani berkata, "yaitu derajat yang tinggi dengan kemuliaan di dunia dan pahala di akherat"[3]
~ Suatu hari Nafi` bin Abdul Harits mendatangi Amirul Mukminin (Umar bin Khattab) di daerah `Usfan (saat itu Umar tengah mempercayakan kepemimpinan Mekah kepada Nafi`); Umar bertanya, "Siapa yang engkau jadikan penggantimu -sementara waktu- bagi penduduk Mekah?", Nafi` menjawab "Ibnu Abza", Umar bertanya, "Siapa Ibnu Abza?", Nafi` menjawab, "Seorang budak", Umar, "Engkau telah memberikan kepercayaan kepada seorang budak?!", Nafi`, "Sesungguhnya ia hafizh Al-Qur`an dan berilmu tentang faraidh (yakni hukum-hukum islam)". Kemudian Umar berkata, "Sungguh Nabi kalian telah berkata: "Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian manusia dengan Al-Qur`an dan merendahkan sebagian yang lain karenanya."”[4]
~ Ibrahim Al-Harbi berkata "Seseorang bernama `Atha bin Abi Rabah adalah budak berkulit hitam milik seorang wanita penduduk Mekah. Hidung `Atha pesek seperti kacang (sangat kecil). Suatu hari Sulaiman bin Abdul Malik sang Amirul Mukminin bersama kedua anaknya mendatangi `Atha yang sedang shalat, setelah selesai dari shalatnya ia menyambut mereka. Masih saja mereka asyik bertanya kepada `Atha tentang manasik haji kemudian Sulaiman berkata kepada kedua anaknya "wahai anak-anakku, jangan kalian lalai dari menuntut ilmu, sungguh aku tidak akan lupa telah berada di hadapan seorang budak hitam (yang berilmu ini)". Dalam kisah yang lain Ibrahim Al-Harbi berkata "Muhammad bin Abdurrahman Al-Auqash adalah seorang yang lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya sehingga kedua bahunya menonjol keluar. Dengan penuh perhatian dan kasih sayang ibunya berpesan "wahai anakku, sungguh kelak setiap kali engkau berada di sebuah majelis engkau akan selalu ditertawakan dan direndahkan, maka hendaklah engkau menuntut ilmu karena ilmu akan mengangkat derajatmu". Ternyata (ia mematuhi pesan ibunya. pent) sehingga suatu saat dipercaya menjadi Hakim Agung di Mekah selama dua puluh tahun".[5]
~ Al-Muzani berkata, "Aku pernah mendengar Imam Syafi`i berkata: "Barangsiapa mempelajari Al-Qur`an maka akan mulia kehormatannya, barangsiapa mendalami ilmu fikih maka akan agung kedudukannya, barangsiapa mempelajari bahasa (arab) maka akan lembut tabiatnya, barangsiapa mempelajari ilmu berhitung maka akan tajam nalarnya dan banyak idenya, barangsiapa banyak menulis hadits maka akan kuat hujjahnya, barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka tidak akan bermanfaat ilmunya".[6]
 
* Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga
~ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa menempuh sebuah jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalannya menuju surga"[7]. ~ Beliau juga bersabda "Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali"[8]
 
* Dengan menuntut ilmu segala pintu kebaikan dan maghfirah serta pahala akan dilimpahkan
~ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberikan kepahaman tentang agama."[9]
~ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, "Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendoakannnya"[10]
~ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda "…dan sesungguhnya para Malaikat akan merendahkan sayap-sayap mereka bagi penuntut ilmu sebagai tanda ridha terhadap yang dilakukannya, Sungguh seorang yang berilmu akan dimintakan ampun baginya oleh semua yang ada di langit dan bumi sampaipun ikan di lautan, keutamaan seorang yang berilmu atas seorang ahli ibadah bagaikan keistimewaan bulan di hadapan seluruh bintang-bintang. Para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang dapat mengambilnya sungguh ia telah meraih bagian yang banyak"[11]
Ilmu ini adalah anugerah, mari kita bersama menjaganya dengan baik. Mengikhlaskan hati mensucikan niat agar Allah menambahnya serta melimpahkan berkah di dalamnya, وقل رب زدني علما "dan katakan, Wahai Rabb tambakanlah bagiku ilmu"[12]. Jangan sampai kemurniannya terkotori dengan bisikan ambisi materi atau buaian kemewahan duniawi. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kita dengan sebuah haditsnya "Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya dicari untuk mengharapkan wajah Allah, namun ternyata ia tidak mempelajarinya melainkan untuk mendapatkan satu tujuan dunia, maka ia tidak akan mencium wanginya surga pada hari kiamat"[13].  Para ulama salaf menjelaskan bahwa di antara kiat menjaga kenikmatan mulia ini adalah dengan :
1. Selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dan tidak merasa bosan; Imam Syafi`i berkata, "Tidaklah berhasil menuntut ilmu (dengan baik) bagi seorang yang mencarinya dengan cepat merasa bosan seakan tidak membutuhkannya, akan tetapi seorang akan berhasil menuntut ilmu jika melakukannya dengan perjuangan dan susah payah, penuh semangat dan hidup prihatin"[14]. Dalam Diwannya beliau juga membawakan syair
أخي لن تنال العلم إلا بستـتة # سأنبيك عن تفصيلها ببيان # ذكاء وحرص واجتهاد وبلغة # وصحبة أستاذ وطول زمان
Wahai saudaraku…, engkau takan mendapatkan ilmu melainkan dengan (memperhatikan) enam hal…
Aku akan menyebutkannya dengan penjelasan… kecerdasan, semangat, kesungguh-sungguhan, biaya materi… petunjuk Ustadz, dan waktu yang panjang….[15]
2. Mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan; Amr bin Qays berkata, "Jika sampai kepadamu suatu ilmu maka amalkanlah meskipun hanya sekali… "[16], Imam Waki` berkata, "Jika engkau hendak menghafal satu ilmu (hadits) maka amalkanlah!"[17], Imam Ahmad berkata, "Tidaklah aku menulis suatu hadits melainkan aku telah mengamalkannya, sehingga suatu ketika aku mendengar hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hijamah (bekam) dan memeberikan upah kepada ahli bekam (Abu Thaybah) satu dinar, maka aku melakukan hijamah dan memberikan kepada ahli bekam satu dinar pula"[18]
 
* Senantiasa mengingat dan mengulang-ulang ilmu; Ali bin Abi Thalib berkata, "Ingat-ingatlah (ilmu) hadits, sungguh jika kalian tidak melakukannya maka ilmu akan hilang."[19], Ibnu Abas berkata "Mengulang-ulang ilmu di sebagian malam lebih aku cintai daripada menghidupkan malam (dengan ibadah)[20] , Az-Zuhri berkata, "Gangguan ilmu adalah lupa dan sedikitnya muraja`ah (mengulang-ulang)."[21]

Saudaraku…, kita perlu mengingat kembali sebuah hadits yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menggambarkan bagaimana Allah akan mencabut ilmu dari kehidupan dunia ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan merenggutnya dari para manusia, namun mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang alim maka manusia akan menjadikan para pembesar mereka dari kalangan orang-orang bodoh, yang ditanya (tentang agama) lantas orang-orang bodoh itu berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan"[22]. Dalam hadits yang lain beliau bersabda, "Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, kebodohan semakin banyak merebak, zina menjadi nampak (dimana-mana), khamr diminum, kaum pria menjadi sedikit dan kaum wanita menjadi lebih banyak…."[23]. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, "Sungguh keberadaan agama Islam dan keberlangsungan dunia ini adalah dengan keberadaan ilmu agama, dengan hilangnya ilmu akan rusaklah dunia dan agama. Maka kokohnya agama dan dunia hanyalah dengan kekokohan ilmu."[24] Al-Auza`i berkata : Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan, "Berpegang teguh dengan sunnah adalah keselamatan, sementara ilmu diangkat dengan cepat. Kekokohan ilmu adalah keteguhan bagi agama dan dunia, hilangnya ilmu adalah kehancuran bagi itu semua."[25]

Saudaraku…., yakinlah bahwa di antara kunci kebahagiaan dunia dan akherat adalah dengan menuntut ilmu syar`i, itulah yang akan menumbuhkan khasyyah dan sikap takut kepada Allah, merasa diawasi sehingga waspada terhadap semua ancaman Allah. Semua itu tidaklah didapatkan kecuali dengan ilmu syar`i, Allah berfirman, "Sesungguhnya hanyalah para ulama yang memiliki khasyyah kepada Allah"[26] Ath-Thabari berkata "Sesungguhnya yang takut kepada Allah, menjaga diri dari adzab dengan menjalankan ketaatan kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu, mereka mengetahui bahwa Allah Maha Mampu melakukan segala sesuatu, maka mereka menghindar dari kemaksiatan yang akan menyebabkan murka dan adzab Allah…"[27]. Abdullah bin Mas`ud dan Masruq berkata, "Cukuplah ilmu untuk dapat membuat takut kepada Allah, dan cukuplah kebodohan yang menyebabkan seorang lalai tentang Allah". Al-Baghawi menyebutkan bahwa seseorang memanggil dan berkata kepada Sya`bi, “wahai "alim" berfatwalah”, Sya`bi menjawab, "Sesungguhnya seorang "alim" adalah yang memiliki khasyyah kepada Allah"[28]. Syaikh As-Sa`di berkata dalam tafsirnya (yaitu tafsir dari Surat Al-Faaathir ayat 28, ed), "Ayat ini adalah dalil keutamaan ilmu, karena ilmu akan menumbuhkan sikap khasyyah (takut) kepada Allah, orang yang takut kepada Allah adalah orang yang akan mendapatkan kemuliaan Allah sebagaimana firmanNya "Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah, itu hanya bagi orang-orang yang memiliki khasyyah kepadaNya"[29]. Dengan ilmu kita dapat menumbuhkan sikap khasyyah kepada Allah dan itulah muraqabah yang akan membimbing langkah-langkah kita menuju ridha Allah. Sufyan berkata, "Barangsiapa yang berharap (kebahagiaan) dunia dan akherat hendaklah ia menuntut ilmu syar`i". An-Nadhr bin Syumail berkata, "Barangsiapa yang ingin dimuliakan di dunia dan akherat hendaklah ia menuntut ilmu syar`i, dan cukuplah menjadi kebahagiaan bagi dirinya jika ia dipercaya dalam perkara agama Allah, serta menjadi perantara antara seorang hamba dengan Allah"[30]. Mu`adz bin Jabal berkata, "Pelajarilah ilmu syar`i karena mempelajarinya di jalan Allah adalah khasyyah, memperdalamnya adalah ibadah, mengulang-ulangnya adalah tasbih (memuji Allah), membahas (permasalahan-permasalahannya) adalah jihad, mengajarkannya kepada yang belum mengetahuinya adalah shadaqah, dengan ilmulah Allah diketahui dan disembah, dengannya Allah diesakan dalam tauhid, dan dengannya pula diketahui yang halal dan yang haram …"[31]. Seorang penyair berkata :
Ilmu adalah harta dan tabungan yang tak akan habis… Sebaik-baik teman yang bersahabat adalah ilmu…
Terkadang seseorang mengumpulkan harta kemudian kehilangannya… Tidak seberapa namun meninggalkan kehinaan dan perseteruan… Adapun penuntut ilmu, ia selalu membuat iri (ghibthah) banyak orang…   namun dirinya tidak pernah merasa takut akan kehilangannya… Wahai para penuntut ilmu, betapa berharga hartamu itu… yang tak dapat dibandingkan dengan emas ataupun mutiara….[32]. Karenanya, Luqman berwasiat kepada putranya, "Wahai anakku, duduklah bersama para ulama, dekatilah mereka dengan kedua lututmu, sesungguhnya Allah akan menghidupkan hati yang mati dengan pelita "hikmah" sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang gersang dengan air hujan".[33] Hikmah yang beliau maksud adalah yang Allah sebutkan dalam firmanNya (QS Al-Baqarah : 269) yang artinya, "Allah menganugerahkan "hikmah" kepada yang Allah kehendaki, barangsiapa telah diberikan hikmah maka ia telah diberikan banyak kebaikan…". Qutaibah dan Jumhur ulama berkata "hikmah adalah mengetahui yang haq[34] dengan sebenarnya serta mengamalkannya, itulah ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih".[35]
Imam Ahmad berkata, "Manusia lebih membutuhkan ilmu dibandingkan makan dan minum, karena makanan dan minuman dibutuhkan manusia satu atau dua kali dalam satu hari, akan tetapi ilmu senantiasa dibutuhkan seorang manusia setiap saat (selama nafasnya berhembus)"[36]
 
Saudaraku…., belum terlambat… dan tidak ada kata "malu"; `Aisyah berkata, "Sebaik-baik wanita adalah wanita kaum Anshar, mereka tidak terhalangi oleh rasa malu untuk mempelajari semua perkara agama ini". Mujahid juga berkata, "Tidaklah dapat menuntut ilmu seorang pemalu atau yang sombong, yang ini terhalangi dari menuntut ilmu oleh rasa malunya, sementara yang itu terhalangi oleh kesombongannya"[37]. Mari bersama-sama kita membangkitkan semangat menuntut ilmu syar`i agar dengannya kita mendapatkan pelita nan bercahaya, menerangi setiap amalan hidup kita, membimbing setiap pola pikir dan langkah kita, memperbaiki setiap niat hati kita, membuat kita senantiasa takut karena merasa diawasi oleh Allah. Jika ilmu itu telah sampai maka jangan kita melupakannya dan mari kita berlomba untuk mengamalkannya, Ali bin Abi Thalib berkata, "Ilmu membisikkan pemiliknya untuk diamalkan, jika ia menjawab panggilan bisikan itu maka ilmu akan tetap ada, namun jika ia tidak menjawab panggilan itu maka ilmu akan pergi".[38]
Semoga Allah melimpahkan taufiqNya kepada kita untuk ikhlas dalam menuntut ilmu, beramal dan berdakwah di jalanNya. Ya Allah…., jadikanlah kami hamba-hambaMu yang mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta akherat dengan ilmu, amin...


[1]. Qs Al-Mujadilah : 11
[2]. Tafsir Ath-Thabari ; Qs Al-Mujadilah : 11
[3]. Tafsir Asy-Syaukani ; Qs Al-Mujadilah : 11
[4]. Shahih Muslim: 817
[5]. Lihat Tarikh Baghdad 2 : 309, Miftah Daris sa`adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah 1 : 501-502
[6]. Diriwayatkan dari Imam Syafi`i dari beberapa jalan, lihat Miftah Daris Sa`adah 1 : 503
[7]. HR. Muslim no : 2699 dari Abi Hurairah
[8]. HR Tirmidzi no : 2323, Ibnu Majah no : 4112 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no : 186 dari Anas
[9]. HR Bukhari 1 : 150-151, 6 : 152, dan Muslim 1037 dari Mu`awiyah
[10]. HR Muslim 1631 dari Abi Hurairah
[11]. HR Abu Daud no : 3641-2, At-Tirmidzi no : 2683, Ibnu Majah no : 223, dishahihkan Ibnu Hibban no : 80
[12]. QS Thoha : ayat 114
[13]. HR Abu Daud no : 3664 dengan sanad yang shahih, Ibnu Majah no : 252, Ibnu Hibban no : 89, dll
[14]. Hilayatul Auliya karya Abu Nu`aim; 9 : 119, Al-Madkhal karya Al-Baihaqi; no : 513, Tadribur Rawi karya As-Suyuthi; 2 : 584
[15]. Diwan Asy-Syafi`i hal : … 
[16]. Hilayatul Auliya karya Abu Nu`aim 5 : 102
[17]. Tadribur Rawi karya As-Suyuthi 2 : 588
[18]. Ibnul Jauzi menyebutkannya dalam Manaqib Ahmad, hal : 232
[19]. Al-Muhadditsul Fashil karya Ar-Ramahurmuzi hal : 545
[20]. Sunan Ad-Darimi; 1 : 82 dan 149
[21]. Sunan Ad-Darimi; 1 : 150
[22]. HR Al-Bukhari : 1 : 174-175, Muslim no : 2673, At-Tirmidzi 2652
[23]. Shahih dengan beberapa jalannya, Al-Bukhari juga meriwayatkannya dalam Sahih : kitab "nikah" dari hadits Hafsh bin Umar dan kitab "ilmu", demikian pula halnya Muslim dalam shahihnya : 4 : 256, dan selain mereka.
[24]. Miftah Daris sa`adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah : 1 : 500
[25]. Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud 817, dan Ibnu `Abdil Bar dalam Al-Jami` : 1018
[26]. QS. Fathir : 28
[27]. Lihat Tafsir Ath-Thabari QS Fathir ; ayat : 28
[28]. Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud hal : 15, dan Ahmad dalam Az-Zuhud hal : 858 dan Lihat Tafsir Al-Baghawi QS Fathir ; ayat : 28
[29]. Lihat Tafsir As-Sa`di QS Fathir ; ayat : 28
[30]. Miftah Daris sa`adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1 : 503-504
[31]. Hilayatul Auliya karya Abu Nu`aim 1 : 239, Al-Ajmi` oleh Ibnu `Abdil Bar 1 : 65
[32]. Diterjemahkan dari Miftah Daris sa`adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1 : 507
[33]. Riwayat Imam Malik dalam Al-Muwaththa` 2 : 1002 (Cet. Daarul Kutubil `Imiyyah)
[34]. Syaikh Ali Hasan berkata "dan hikmah adalah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, dan tidaklah mungkin hal ini dilakukan melainkan dengan ilmu" (Lihat, Miftah Daris sa`adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1 : 227)
[35]. Miftah Daris sa`adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1 : 227
[36]. Thabaqat Al-Hanabilah; 1 : 146
[37]. Al-Bukhari menyebutkannya secar mu`allaq dalam shahihnya 1 : 229
[38]. Iqtidhaul `ilmil amal karya Al-Khathib: hal 41
http://pesantrenalirsyad.org/artikel/detil/4

Sabtu, 08 Januari 2011

BUAH DARI IMAN


Seorang Muslim akan mengalami fluktuasi dalam masalah keimanan, naik-turunnya iman disebabkan dari perilaku diri sendiri, adapun dampak istiqomah dalam naiknya iman sesuai dengan prinsip 'hari ini harus lebih baik dari kemaren" tentu saja kan mempengaruhi kehidupan selanjutnya, adapun buah dari keimanan, antara lain:
1. Membebaskan diri kita dari penghambaan kepada selain Allah
QS Al Mu'min 40:62 - Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; Maka Bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?
QS Faathir 35:3 - Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? tidak ada Tuhan selain dia; Maka Mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
QS Ali Imran 3:26 - Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

2. Membangkitkan Ruh (Keberanian) untuk tidak takut MATI
QS Ali Imran 3 : 145 - Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
QS An Nisaa 4 : 78 - Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

3. Ketenangan Bathin
QS Ar Rad 13 : 26 - Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, Padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
QS Al Fath 48 : 4 - Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana

4. Kehidupan yang baik di Dunia, yang berupa:
4.a. Perlindungan dari Allah swt
QS. Al Baqarah 2 : 257 - Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
4.b. Petunjuk
QS. Al Hajj 22 : 54 - Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran Itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan Sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
QS. At Taghaabun 64 : 11 - Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
4.c. Pertolongan
QS. Al Mu'min 40 : 51 - Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),
4.d. Penjagaan
QS. Yunus 10 : 48 - Mereka mengatakan: "Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?"
4.e. Datangnya barokah dari langit dan bumi
QS. Al A'Raaf 7 : 96 - Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.